ujianpraktek bahasa Indonesia SMKN 7 Semarang Tahun Pelajaran 2021/2022Nama : Ananda SaputraKelas. : XII KJIJ 1No. : 03tema : pengembangan pendidikan ka Contohpidato pendek bahasa bali. Pidato bahasa bali merupakan salah satu komponen nan ada dalam kurikulum pendidikan di sekolah, dalam hal ini terkait dengan pelajaran muatan lokal. Contoh teks pidato singkat tentang pendidikan berkarakter bahasa indonesia. 2 pidato bahasa bali mengenai pendidikan moral. ContohPidato Bahasa Inggris Tentang Pendidikan Moral. 7 pidato singkat bahasa bali tentang teknologi. Contoh pidato singkat tentang pendidikan. PidatoSingkat Tentang Pendidikan Berkarakter dan Moral. Pembukaan Pidarta Bahasa Bali - Beinyu.com. Pidarta basa Bali - YouTube. Contoh Teks Pidato Bahasa Bali Tentang Pendidikan // Kumpulan Contoh Terbaru. Arni Kusmiari Juara IV Lomba Pidarta Bahasa Bali - stpbi.ac.id. Beliaumenjujung tinggi pendidikan yang ada di Indonesia. Beliau yang mengorbankan jiwa dan raga demi kemajuan pendidikan yang ada di tanah air kita ini. Kalian patut bersyukur kepada Tuhan YME dan berterima kasih kepada ki hajar dewantara. Tanpa perjuangan dan semangat beliau, mungkin Indonesia tidak ada pendidikan yang saat ini kalian nikmati. PentignyaPendidikan Budi Pekerti Selamat siang, Bapak dan ibu guru penguji yang saya hormati serta teman teman sekalian yang saya kasihi, pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena segala berkatnya kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat tanpa kurang suatu apapun. PidatoBahasa Indonesia"Pengembangan Pendidikan Karakter"Nama : Zahra AnnastaKelas : XII KJIJ 2Presensi : 35SMK N 7 SEMARANG Inilahpidato bahasa bali tentang pendidikan dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan pidato bahasa bali tentang pendidikan yang Anda cari. pendidikan karakter atau jalan yang ditempuh untuk bisa membentuk suatu karakter / watak dari seseorang agar bisa menjadi lebih baik lagi. Sebetulnya membentuk karakter untuk PidatoBahasa Inggris Tentang Pendidikan Karakter. Pidato di bawah bisa digunakan. Yang mana tuntulah ilmu setinggi mungkin. Pidatotentang pendidikan di indonesia 6. Ketika kita masih berada di bangku sekolah, pidato merupakan salah satu keahlian yang harus dikuasi. Contoh Pidato Singkat Tentang Pendidikan Karakter. Karena memang tanpa adanya ilmu atau pendidikan kita tidak akan bisa berbuat banyak hal. 2 tujuan pidato bahasa indonesia. 5 contoh pidato bahasa indonesia. Pidato- Pendidikan Karakter Bismillahirahmannirahim, Assalamualaikum wr wb, Ibu guru yang saya hormati, teman-temanku kelas XII IA 2 yang saya hormati dan saya banggakan. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah SWT ysng telah memberikan rahmat dan hidayat-Nya sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini. Naskahpidato tentang pendidikan karakter 1. Contoh teks pidato tentang korupsi. Contoh teks pidato tentang hari guru. Our Educational System Only Focuses On Intellectual Education. 10 contoh teks pidato singkat & terbaik 2022. Contoh pidato persuasif tentang pendidikan pembukaan garda terdepan kemajuan suatu bangsa adalah pendidikan. Berikut Inilahpidato bahasa bali bertema pendidikan dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan pidato bahasa bali bertema pendidikan yang Anda cari. pendidikan karakter atau jalan yang ditempuh untuk bisa membentuk suatu karakter / watak dari seseorang agar bisa menjadi lebih baik lagi. Sebetulnya membentuk karakter untuk MFnt. Source Pidato Bahasa Bali Sebagai Media Pendidikan Karakter Pendidikan karakter menjadi fokus penting bagi masyarakat Indonesia saat ini. Pendidikan karakter bukanlah hal yang baru, namun semakin penting karena kondisi negara dan lingkungan yang semakin kompleks. Salah satu upaya untuk mengembangkan karakter positif adalah dengan memanfaatkan bahasa daerah sebagai media pembelajaran. Indonesia memiliki berbagai macam bahasa daerah yang memiliki keunikan dan kekhasannya masing-masing. Salah satunya adalah Bahasa Bali. Bahasa Bali dikenal dengan keseniannya, baik seni tari, seni wayang ataupun seni pidato. Pidato dalam Bahasa Bali memiliki kekhasan dan nilai-nilai karakter yang bisa diaplikasikan dalam pembelajaran pendidikan karakter. Pidato Bahasa Bali memiliki nilai-nilai yang positif, yang dapat dikembangkan sebagai media pendidikan karakter. Beberapa nilai-nilai tersebut antara lain adalah nilai kejujuran, keadilan, keberanian, kerendahan hati, kesederhanaan, kebersamaan, dan lain-lain. Dalam pidato bahasa bali, terdapat nilai-nilai kejujuran yang tercermin dalam kata-kata “ajeng-ajengan”, artinya jangan mengaku apa yang anda tidak miliki, dengan cara seperti itu kejujuranmu akan terjaga. Selain itu, nilai keberanian juga tercermin dalam pidato Bahasa Bali dengan kata-kata “beduluron”, artinya janganlah kamu lemah seperti kripik singkong atau ikan jerung yang hanya bisa terdampar di pantai, namun jadilah seperti padi yang berdiri tegak meski sudah tua dan malah semakin harum baunya. Media pidato Bahasa Bali menjadi sangat penting untuk memperkenalkan nilai-nilai karakter di masyarakat. Dalam pidato Bahasa Bali, peserta atau pembicara harus memperhatikan etika dan tata bahasa yang baik dan benar. Selain itu, dalam pidato Bahasa Bali terdapat nilai-nilai kejujuran, kebersamaan, dan kerendahan hati yang dapat menjadi media pendidikan karakter untuk generasi muda. Penggunaan Bahasa Bali sebagai media pendidikan karakter juga dapat mengenalkan dan menjaga kearifan lokal di Indonesia. Pendidikan karakter melalui bahasa daerah, khususnya pidato Bahasa Bali, juga bisa dilakukan di sekolah-sekolah. Siswa dapat dilatih untuk berbicara di depan umum, memperhatikan etika serta mengaplikasikan nilai-nilai karakter yang terkait dengan pidato Bahasa Bali. Penggunaan Bahasa Bali sebagai media pembelajaran pendidikan karakter juga dapat menjadi upaya untuk menggerakkan masyarakat Bali dalam menumbuhkan rasa bangga pada kebudayaan Bali. Dalam upaya meningkatkan pendidikan karakter, penggunaan pidato bahasa bali mampu memberikan nilai-nilai yang positif serta dapat mengenalkan kebudayaan lokal di Indonesia. Selain itu, pidato Bahasa Bali juga mampu memperkuat identitas bangsa, karena penggunaan bahasa daerah dapat mengenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Oleh karena itu, pidato Bahasa Bali sebagai media pembelajaran karakter sangat penting untuk membangun karakter positif bagi generasi muda Indonesia. Nilai-nilai Karakter dalam Pidato Bahasa Bali Pidato bahasa Bali pendidikan karakter menjadi salah satu andalan dalam pembentukan karakter bangsa Indonesia. Sebagai salah satu suku yang masih mempertahankan budaya dan tradisi Bali, pidato bahasa Bali menjadi sarana penting dalam memperkenalkan nilai-nilai karakter bangsa Indonesia kepada generasi muda yang lebih terbuka terhadap cara berpikir modern. Seperti yang kita ketahui, pendidikan karakter menjadi salah satu side effect positif dari program pembelajaran di sekolah di Indonesia. Hal ini terjadi bukan hanya karena diwajibkan oleh pemerintah, namun lebih dari itu pendidikan karakter menjadi semacam culture that defines the nation. Ada beberapa nilai-nilai karakter dalam pidato bahasa Bali yang patut dijadikan contoh oleh bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih baik. Kebersamaan Nilai kebersamaan menjadi salah satu kunci penting dalam pidato bahasa Bali pendidikan karakter. Kita akan menemui contoh-contoh ungkapan dalam pidato bahasa Bali yang mengajak untuk mempererat hubungan persahabatan antar warga dalam suatu negara atau wilayah. Kebersamaan seperti ini akan dapat meningkatkan daya juang negara dalam menghadapi berbagai macam permasalahan pada masa depan. Toleransi Toleransi menjadi nilai yang sangat penting ditanamkan sejak dini. Bahkan orang tua atau para tokoh masyarakat sering mengajak masyarakat Bali untuk saling menghormati perbedaan budaya dan agama. Nilai toleransi dalam pidato bahasa Bali pendidikan karakter membangkitkan kembali semangat gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan wilayah. Kita perlu mengajak generasi muda untuk selalu bersikap bijak dalam segala situasi hidup dan saling menghargai. Integritas Integritas menjadi bagian yang sangat penting untuk dibangun dalam diri seseorang. Integritas membentuk karakter yang tangguh dan jujur, serta memiliki tanggung jawab yang besar terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. Pidato bahasa Bali pendidikan karakter memberikan pelajaran tentang pentingnya berupaya untuk menjaga integritas dalam hidup, misalnya dengan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan negatif, atau berusaha mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi secara mandiri. Kreatifitas Kreatifitas menjadi prinsip penting dalam pidato bahasa Bali pendidikan karakter. Kreatif memaknai ide dan menghasilkan inovasi yang lebih efektif adalah kunci bagi generasi muda untuk mencapai kesuksesan secara pribadi maupun sebagai bagian dari kelompok. Di samping itu, nilai kreatifitas juga menjadi pengembangan diri, baik dalam berkarya maupun juga di dalam ilmu pengetahuan. Dalam pidato bahasa Bali pendidikan karakter, dibutuhkan kombinasi antara ilmu pengetahuan dan kebudayaan untuk menunjukkan keterkaitan antara mereka. Hal ini dapat menjadi sebuah perpaduan yang menarik dan dapat membangun karakter seseorang menjadi lebih baik. Dalam pidato bahasa Bali kita akan menemukan contoh-contoh nilai-nilai yang sangat bermanfaat dan patut dibanggakan oleh semua komponen bangsa Indonesia. Dengan itu, diharapkan semoga pendidikan karakter untuk memperkuat bangsa Indonesia dapat terus berkembang dan ditanamkan dalam generasi muda untuk menghadapi masa depan yang penuh dengan tuntutan yang semakin kompleks. Membangun Karakter Bangsa Melalui Pidato Bahasa Bali Pidato bahasa Bali merupakan sarana yang efektif untuk memperkenalkan budaya dan karakter bangsa kepada generasi muda Indonesia. Pendidikan karakter adalah salah satu hal yang penting untuk menciptakan masyarakat yang berkualitas dan berbudaya tinggi. Budaya Bali yang kaya dengan nilai-nilai luhur memiliki potensi besar untuk membangun karakter bangsa. Berikut adalah tiga hal yang membahas tentang bagaimana pidato bahasa Bali dapat membantu untuk membangun karakter bangsa Indonesia. 1. Meningkatkan Kesadaran Akan Budaya Lokal Pidato bahasa Bali dapat memberikan kesadaran yang lebih dalam akan budaya lokal. Hal ini penting karena masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan budaya yang berbeda. Dengan memahami dan menghargai budaya lokal, anak-anak Indonesia dapat membangun karakter yang terbuka dan toleran terhadap perbedaan. Mengenal budaya Bali melalui pidato bahasa Bali memperkuat rasa cinta tanah air dan kesadaran nilai-nilai kearifan lokal. Dalam pidatonya, pembicara biasanya menyampaikan berbagai nilai-nilai luhur Bali, seperti gotong royong, kedamaian, toleransi, rasa malu, dan sebagainya. Oleh karena itu, pidato bahasa Bali mampu menumbuhkan rasa bangga akan budaya Indonesia, sehingga anak-anak dapat membangun karakter yang cinta tanah air dan menghargai keragaman budaya. 2. Membangun Sikap Disiplin Sikap disiplin merupakan hal yang sangat penting dalam membangun karakter berkualitas. Pidato bahasa Bali dapat membantu untuk membangun sikap disiplin pada anak-anak. Pada umumnya, pidato bahasa Bali dilakukan pada acara-acara adat, seperti upacara keagamaan, piodalan, dan sejenisnya. Pada acara tersebut, semua orang harus mengikuti aturan-aturan adat dengan baik, termasuk pembawa pidato. Jika pembawa pidato tidak disiplin dalam melaksanakan tata tertib acara, seperti berbicara terlalu lama atau melebihi batas waktu, maka hal itu dapat mengganggu jalannya acara. Oleh karena itu, pidato bahasa Bali dapat membantu mengajarkan anak-anak tentang pentingnya disiplin dalam menjalankan tugas atau tanggung jawab mereka sesuai dengan aturan yang berlaku. Keahlian ini nantinya akan membantu mereka dalam hal pekerjaan dan kehidupan sosial selanjutnya. Kreativitas adalah salah satu karakter penting yang harus dimiliki oleh anak-anak dalam menghadapi tantangan masa depan. Pidato bahasa Bali mampu menumbuhkan karakter kreatif pada anak-anak karena dalam pidato bahasa Bali selalu dihiasi dengan kiasan-kiasan atau metafora yang sangat khas Bali. Dalam pidato bahasa Bali, seorang pembicara akan menemukan cara-cara kreatif untuk menyampaikan pesan atau nilai, seperti dengan menggunakan pantun atau gurindam. Hal ini kemudian dapat dijadikan sebagai contoh bagaimana anak-anak dapat mencari solusi dengan cara yang kreatif dan berbeda untuk mengatasi berbagai masalah atau tantangan yang dihadapi. Dalam pidato bahasa Bali, anak-anak juga dapat belajar tentang seni sastra, tari, atau kerajinan tangan yang khas Bali. Keterampilan ini memperkenalkan anak-anak tentang budaya Bali yang sangat kaya dan akan memperkuat rasa bangga pada budaya sendiri. Hal itu juga dapat membantu mengasah kreativitas anak dan mengembangkan bakat-bakat mereka dalam bidang seni atau kerajinan. Dalam kesimpulannya, pidato bahasa Bali dapat membantu membangun karakter bangsa Indonesia dengan cara yang positif dan efektif. Pendidikan karakter yang dilakukan melalui pidato bahasa Bali mengajarkan nilai-nilai luhur, disiplin, dan kreativitas. Dengan memperkenalkan nilai-nilai luhur Bali, anak-anak Indonesia akan membangun karakter yang cinta tanah air dan menghargai keragaman budaya. Dengan mengajarkan disiplin, anak-anak Indonesia akan membangun sikap yang tepat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Dengan menumbuhkan karakter kreatif, anak-anak Indonesia akan belajar menghadapi berbagai tantangan dan masalah dengan cara yang berbeda dan inovatif. Peningkatan Kualitas Pendidikan Karakter dengan Pidato Bahasa Bali Budaya Bali yang kaya dan budaya pantang menyerah dalam beberapa tahun terakhir terus tumbuh dan berkembang bahkan hingga diterapkan dalam dunia pendidikan. Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam pendidikan di Bali, dan Pidato Bahasa Bali menjadi salah satu alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter. Melalui Pidato Bahasa Bali, anak-anak dapat belajar mengenai nilai-nilai etika dan moral yang penting, seperti kesederhanaan, saling menghargai, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pendidikan karakter sangat penting untuk melatih anak-anak menjadi individu yang dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan beradab, sehingga mereka dapat membawa perubahan positif untuk masyarakat di sekitar mereka. Salah satu aspek penting dalam Pidato Bahasa Bali adalah bahwa para pembicara diharapkan dapat memberikan pesan dengan cara yang lebih emosional, sehingga pesan-pesan yang disampaikan akan lebih terasa. Dalam Pidato Bahasa Bali, pembicara biasanya akan menggunakan perumpamaan dan metafora secara teratur sehingga pesannya lebih mudah diingat oleh para pendengarnya. Hal ini sangat berguna dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan karakter pada anak-anak. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter dengan Pidato Bahasa Bali, beberapa sekolah di Bali melakukan pelatihan dalam hal penyusunan materi Pidato Bahasa Bali. Selain itu, pihak sekolah juga menyediakan lingkungan yang kondusif agar anak-anak dapat belajar dan berlatih menggunakan Pidato Bahasa Bali. Seiring dengan meningkatnya kualitas pendidikan karakter, para siswa juga dipersiapkan untuk mengikuti berbagai perlombaan pidato di Bali, bahkan hingga tingkat nasional. Anak-anak yang berpartisipasi dalam perlombaan pidato ini biasanya akan diberikan kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka dalam pemilihan lomba pidato yang sesuai dengan usia dan keahlian mereka. Pidato Bahasa Bali tidak hanya berguna untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter, namun juga membawa manfaat dalam membantu mengembangkan kemampuan bahasa anak-anak. Dalam proses belajar pidato, anak-anak akan dilatih untuk menguasai Bahasa Bali dengan baik sehingga dapat digunakan dalam situasi formal maupun informal. Selain itu, Pidato Bahasa Bali juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya Bali di kalangan anak-anak muda. Hal ini penting untuk menjaga keberlangsungan budaya, mengingat banyak anak-anak saat ini lebih tertarik pada budaya dari luar Bali. Meskipun demikian, upaya peningkatan kualitas pendidikan karakter melalui Pidato Bahasa Bali masih mengalami kendala. Banyak sekolah yang belum menerapkan Pidato Bahasa Bali dalam kurikulum mereka karena mereka tidak memiliki guru yang berkompeten dalam bahasa Bali atau keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Oleh sebab itu, tugas utama kami adalah untuk menciptakan lingkungan di mana Pidato Bahasa Bali lebih dapat diakses oleh anak-anak Bali. Dalam rangka untuk mempromosikan Pidato Bahasa Bali, berbagai lembaga, organisasi dan yayasan telah dibentuk untuk menstimulasi pengajaran bahasa Bali serta memfasilitasi para siswa dalam menjalani pelatihan pidato. Pemerintah Bali terus mendorong upaya ini dengan memberikan dukungan finansial dan fisik kepada semua stakeholder yang berkontribusi pada promosi Pidato Bahasa Bali. Dalam kesimpulan, Pidato Bahasa Bali menjadi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter di Bali. Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter dengan Pidato Bahasa Bali masih terus dilakukan dan berbagai lembaga dan organisasi juga turut mendukung dan memberikan kontribusi untuk promosi ini. Melalui Pidato Bahasa Bali, anak-anak dapat belajar nilai-nilai etika dan moral, serta bahasa Bali yang merupakan identitas budaya Bali. Strategi Menggunakan Pidato Bahasa Bali Sebagai Upaya Meningkatkan Pendidikan Karakter di Sekolah Pendidikan karakter sangat penting dalam membentuk kepribadian dan sikap positif siswa di sekolah. Salah satu cara untuk meningkatkan pendidikan karakter adalah dengan menggunakan pidato bahasa Bali. Pidato bahasa Bali tidak hanya digunakan untuk mengajarkan bahasa Bali, tetapi juga dapat meningkatkan karakter siswa. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menggunakan pidato bahasa Bali sebagai upaya meningkatkan pendidikan karakter di sekolah. 1. Memilih Topik Pidato yang Berhubungan dengan Pendidikan Karakter Pertama-tama, sebaiknya memilih topik pidato yang berhubungan dengan pendidikan karakter seperti kejujuran, disiplin, kebersihan, kerja keras, dan toleransi. Hal ini akan membantu siswa mengaitkan antara bahasa Bali yang mereka pelajari dengan nilai-nilai positif yang mereka pelajari di sekolah. 2. Menyampaikan Pidato dengan Bahasa yang Mudah Dipahami oleh Siswa Ketika menyampaikan pidato bahasa Bali, pastikan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Oleh karena itu, sebaiknya tidak menggunakan kosakata yang sulit atau mengandung unsur bahasa asing yang sulit dipahami siswa. Hal ini akan memudahkan siswa untuk memahami makna dari pesan yang disampaikan melalui pidato bahasa Bali. 3. Melibatkan Siswa dalam Pengembangan Pidato Melibatkan siswa dalam pengembangan pidato bahasa Bali akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mempraktikkan nilai-nilai positif yang telah mereka pelajari di sekolah, seperti kerjasama, kebersamaan, dan rasa saling menghargai. Dalam pengembangan pidato, siswa juga dapat membangun rasa percaya diri dan keterampilan presentasi mereka. 4. Memberikan Umpan Balik pada Siswa Memberikan umpan balik pada siswa setelah menyampaikan pidato bahasa Bali sangatlah penting. Dalam memberikan umpan balik, sebaiknya dilakukan secara positif dan membangun. Hal ini akan membantu siswa untuk memahami kekurangan dan kelebihan dalam pidato mereka sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan pidato mereka di masa mendatang. 5. Menggunakan Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas Pidato Bahasa Bali Menggunakan teknologi dapat meningkatkan kualitas pidato bahasa Bali. Sebagai contoh, siswa dapat merekam pidato mereka dan memutar rekaman tersebut untuk mendengarkan kembali pidato mereka sekaligus mengenali kelemahan dan kelebihan mereka. Selain itu, teknologi juga dapat membantu siswa dalam memahami makna dari kosakata dalam bahasa Bali sehingga mereka dapat memperluas kosa katanya dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menyampaikan pesan secara jelas dan efektif melalui pidato bahasa Bali. Kesimpulan Strategi yang telah disebutkan di atas memberikan gambaran tentang bagaimana pidato bahasa Bali dapat digunakan sebagai upaya meningkatkan pendidikan karakter di sekolah. Memilih topik pidato yang berhubungan dengan pendidikan karakter, menyampaikan pidato dengan bahasa yang mudah dipahami siswa, melibatkan siswa dalam pengembangan pidato, memberikan umpan balik, dan menggunakan teknologi adalah beberapa strategi yang dapat digunakan dalam proses penyampaian pidato bahasa Bali di sekolah. Sehingga diharapkan ke depannya penggunaan pidato bahasa Bali dapat meningkatkan pendidikan karakter dan membentuk siswa yang berkarakter positif di masa depan. Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 091946 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d81f8a0da8fb90f • Your IP • Performance & security by Cloudflare 22 08 2010 ngelanjutin posting tentang pidato bahasa bali menggunakan bahasa bali halus. contoh pidato bahasa bali kali ini mengisahkan tentang acara perpisahan sekolah. walaupun mungkin akan sangat jarang ditemui di sekolah sekarang. tapi sekolah di pedesaan mungkin saja para siswanya diminta untuk memberikan pidato bahasa bali untuk melestarikan budaya bali. bisa kita liat juga dalam lomba-lomba budaya bali, lomba pidato bahasa bali menjadi salah satu yang dilombakan. *kagum. pidato bahasa bali ini bukan saja untuk keperluan pidato semata, tapi lebih luas lagi kita belajar mengetahui dan menggunakan bahasa bali baik acara santai maupun resmi, bagi yang ingin belajar pidato bahasa bali ya nggak ada salahnya juga toh. apalagi nak bali nengil di bali. be nyak serem ?. contoh pidato bahasa bali untuk acara perpisahan sekolah sebagai berikut ehmm,.ehm.,. uhuk,.uhuk,., tes 1 2 3 *om awignam astu namah sidham 🙂 Bapak Kepala Sekolah lan guru sane wangiang titiang, Ida dane sareng sami sane dahat suksamayang titiang. Sadurunge titiang ngelanturang atur, pinih riin tittiang ngaturang antuk panganjali umat, “Om Swastiastu” Kaping ajeng ngiring sareng sareng ngaturang puja pangastuti ring Ida Hyang Parama Kawi , Ida Sang Hyang Widhi Wasa saantukan ring keledangan lan wara nugrahan Ida, Ida dane prasida rauh ring galah lan genah sane becik puniki. Titiang iriki pinaka ngwalinin sisia , dahat angayubagia sepengrauh ida dane para atiti uleman sareng sami nyaksisnin saha nyarengin ngastitiang karahajengan acara puniki. Bapak / ibu guru makesami sane wangiang titiang, sane kapertama titiang iriki lakar nguncarang suksmaning manah ring para guru sekadi guru rupaka sane sampun teleb ngajahin titiang sareng sami nyantos tigang tiban. Titiang rumasa akeh mapiutang ring para guru mawinan kapradnyanan sampun ngicenin peplajahan nganter iraga sami nuju karahayuan. Titiang nunas majeng ring para guru sareng sami mangde nenten surut-surut ngicenin titiang makesami piteket-piteket sane becik mangdane nemonin kedirgayusan ring peplajahan. Ring acara puniki, titiang makesami taler nunas geng rena sinampura ring para guru lan pegawai iriki yening ring tigang tiban niki titiang makesami mekarya sane nenten becik. Inggih para atiti sinamian, wantah asapunika sane prasida atur titiang, titiang nunas geng rena sinampura, mawinan kakirangan panyambran titiang puniki. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi nganugrahin iraga sareng sami karahajengan, inggih tiang untatin antuk Paramasanthi, “Om Shanti, Shanti, Shanti, Om” Horeee bisa kan ? bisa kalo baca. hihi Hampir semua bendesa adat yang menjadi peserta lomba pidarta pidato serangkaian Bulan bahasa bali di Taman Budaya Denpasar, Bali, memiliki penguasaan bahasa Bali yang baik, lancar dan benar. Hanya, yang perlu ditingkatkan adalah pemberian karakter pada bahasa agar bahasa memiliki rasa yang bisa menyentuh perhatian antara lain yang dikatakan dewan juri dalam lomba yang digelar Sabtu 19/2/2022. Lomba Pidarta Bendesa Adat ini diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota se-Bali. Sayangnya, terdapat tiga wakil yang tak hadir. Karangasem dan Tabanan memang tak mengirim wakilnya. Sementara wakil dari Denpasar berhalangan hadir karena sakit. Alhasil, lomba Pidarta Bendesa Adat hanya diikuti oleh enam peserta saling unjuk kemampuan dan gaya berbicara. Ada yang pembawaannya tenang, ada pula yang pembawaannya semangat dan sedikit berapi-api. Dari hasil keputusan dewan juri, wakil dari Badung menjadi Jayanti Juara Pidarta Bendesa Adat dalam Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022. Disusul kemudian oleh wakil dari Buleleng sebagai Jayanti II, dan wakil dari Gianyar menjadi Jayanti Dewan Juri, Anak Agung Gede Putra Semadi menjelaskan, ada beberapa poin yang dinilai antara lain penampilan, penguasaan materi, kemampuan menyesuaikan materi dengan tema Danu Kerthi, kelembutan penggunaan Bahasa Bali sesuai dengan Sor Singgih Bahasa Bali, serta penyampaian amanat atau pesan dari materi. Dia menilai, secara umum penampilan peserta cukup bagus. Bahkan sulit bagi tim juri menentukan pemenangnya. Hanya saja, dirinya menyoroti pengkarakteran Bahasa Bali ke dalam pembawaan pidarta.“Dari segi kebahasaan, para bendesa adat sudah menggunakan Bahasa Bali yang baik dan benar. Cuma bagaimana mengkarakterkan bahasa itu, sehingga rasa basa dari masing-masing peserta ini yang perlu ditingkatkan. Mana yang harus ditekankan, dilembutkan, dikeraskan, ini yang belum bisa begitu dirasakan. Sehingga terlihat juga ada yang karakternya datar,” ujarnya ditemui usai Universitas Dwijendra ini menambahkan, karakter yang dimaksud yakni penghayatan, merasakan bagaimana bahasa itu disampaikan. Termasuk juga ini berkaitan dengan intonasi. Misalnya ada beberapa kalimat yang memerlukan penekanan, maka suara agak ditinggikan. Selain menyoroti pengkarakteran bahasa, ada satu hal sederhana yang juga tak luput dari perhatian para juri, yakni senyum yang seharusnya di awal pidarta sebagai pengantar komunikasi bathin antara peserta dan pemirsa.“Ada yang dilupakan. Setiap peserta dalam mengawali pidartanya harus diawali dengan sapaan dan senyuman. Tetapi kelihatan tadi peserta tidak ada satu pun yang tersenyum. Ini satu hal yang terlupakan barangkali. Tapi kita juga tidak bisa menyalahkan, mungkin saja karena dalam situasi lomba mereka jadi tegang,” terangnya sembari menyebut ada pidarta yang terkesan dharma wacana, namun tidak begitu menonjol dan tidak mempengaruhi inti pidarta. Menurut akademisi asal Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar ini, antara Bahasa Bali dengan bendesa adat adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Bendesa adat sebagai piranti untuk mengembangkan dan melestarikan Bahasa Bali di masyarakat adat masing-masing. “Jadi kami berharap sekali supaya bendesa adat itu betul-betul bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk melestarikan Bahasa Bali, terutama pada generasi muda,” itu, wakil Badung yang menjadi Jayanti Pidarta Bendesa Adat, I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja mengaku pengalaman ikut lomba pidarta merupakan sesuatu yang baru baginya. Berlatar belakang di bidang pertanian, dirinya mencoba menyelaraskan materi Danu Kerthi dengan tema-tema yang berkaitan dengan pertanian siklus air. Adapun topik yang dibawakan yakni Ageguron ring Toya’ yakni berguru pada air. “Jadi saya background nya orang pertanian, sehingga saya mencoba untuk mengaitkan tema air ini dengan pertanian. Sehingga saya buat materi yang ada logika, argumentatif, dan informatif,” terang Bendesa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung soal persiapan, Sudaratmaja mengaku tidak terlalu lama. Menurutnya, dalam menyiapkan diri menghadapi lomba, dirinya membuat poin-poin penting yang harus ditekankan. Sehingga penyampaian materi dapat dipahami dengan mudah oleh pendengar. “Terus terang meski sudah buat naskah, saya tetap buat poin-poin penting sebagai catatan. Sehingga penyampaian pidarta dapat berjalan dengan baik,” tandas mantan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung ini. [T][Ado/*]

pidato bahasa bali pendidikan karakter