Hasyim Asy'ari. Pondok Pesantren Watucongol, Muntilan, Magelang, asuhan Kiai Dalhar dan juga pondok pesantren di daerah lainnya seperti; Pesantren Langitan, Tuban, Pesantren Sarang dan Lasem, Rembang. KH. Mahrus Aly mondok di Lirboyo tidak lama, hanya sekitar tiga tahun. Namun karena alimnya kemudian KH.
Kelahiran & Nasabnya. Mbah Kyai Dalhar lahir di komplek pesantren Darussalam, Watucongol, Muntilan, Magelang pada hari Rabu, 10 Syawal 1286 H atau 10 Syawal 1798 - Je (12 Januari 1870 M). Ketika lahir beliau diberi nama oleh ayahnya dengan nama Nahrowi.
Abuya Dimyathi menghapal Al-Qur'an pada Mbah Dalhar Watucongol, Magelang, Jawa Tengah hanya dalam waktu enam bulan. Namun perlu diketahui bahwa sebelum menghapal Al-Qur'an yang dalam waktu singkat itu, Abuya menerapkan membaca Al-Qur'an satu hari satu kali khataman, dan ini diulang-ulang sampai kurang lebih 4 bulan.
beralih ke KH. Dalhar. Sepeninggal kyai Dalhar, pesantren pun dipimpin oleh KH. Ahmad Abdul Haq (mbah Mad Watucongol). Pada tahun 2010 KH. Ahmad Abdul Haq berpulang kemudian kepemimpinan pondok pesantren ini diasuh oleh tiga putra KH. Ahmad Abdul Haq. (Luqman, 2017). Gambar 2.1 menunjukkan peta lokasi pondok Pesantren Darussalam Watucongol.
Guru Dawuh. April 23, 2022. Oleh: Ali Adhim*. Nyai Hj. Nur Hannah Hasanah merupakan putri dari KH. Nahrowi Dalhar seorang ulama besar dari Magelang. Ayah beliau Kiai Haji Nahrowi Dalhar, Watucongol, Magelang dikenal sebagai salah satu guru para ulama. Kharisma dan ketinggian ilmunya menjadikan rujukan umat Islam untuk menimba ilmu.
Semasa kecil Mbah Dalhar, setelah ayahnya Abdurrahman melanjutkan kepemimpinan pesantren memindahkan pesantren ke wilayah Watucongol. Karenanya, sejak kecil Mbah Dalhar telah diarahkan oleh sang ayah dekat dengan kehidupan keagamaan dan mencintai ilmu-ilmu agama.Hingga masa remaja dan dewasanya, Mbah Dalhar yang lahir pada Rabu, 12 Januari 1870
116 117 f Menelusuri Jejak ENAM KIAI SOLO RAYA Tim Penulis Darul Afkar Institute Mbah Hilal, Kiai Bakri Makarim langsung pulang dan dan Kiai Idris tidak berani membai'at, meskipun tidak ikut mengantarkan jenazah sebab beliau sedih mereka sebenarnya juga seorang mursyid.
Pondok Pesantren Putra Putri Al-inayah Wareng Magelang Jawa Tengah Jalan Kh. Ma'shum . Pon Pes Saroja Nurul Qur'an Magelang Tempuran . X - Stmbor High School Jalan Syailendra Raya, Borobudur . Ponpes Miftahurrohmah Jln. Amanjiwo Dusun Krajan Majaksingi, Borobudur . SPEC Jalan Jendral Sudirman .
Mbah Dalhar lahir di Watucongol, Muntilan, Magelang pada 12 Januari 1870 (10 Syawal 1286 H), dan diberi nama Nahrowi oleh ayahandanya, yakni Kyai Abdurrahman ibn Abdurrauf ibn Hasan Tuqo (yang juga salah satu panglima perang Pangeran Diponegoro). Putra-putri Nabi (Qosyim, Abdullah, Ibrohim, Fatimah, Zainab, Ruqoyyah dan Ummi Kultsum). 7
Dalhar lahir pada 10 Syawal 1286 H/ 12 Januari 1870 di kawasan Pondok Pesantren Darussalam, Watucongol, Muntilan, Magelang. Nasab Kiai Dalhar tersambung pada trah Raja Mataram, Amangkurat III. Ayah Kiai Dalhar bernama Abdurrahman bin Abdurrauf bin Hasan Tuqo.
Urusan ngaji ini juga wajib ain hukumnya bagi putra-putri Mbah Dim untuk mengikutinya. Bahkan, ngaji tidak akan dimulai, fasal-fasal tidak akan dibuka, kecuali semua putra-putrinya hadir di dalam majlis. Di antaranya Abuya Abdul Chalim, Abuya Muqri Abdul Chamid, Mama Achmad Bakri (Mama Sempur), Mbah Dalhar Watucongol, Mbah Nawawi Jejeran
Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai dua putra dan tiga putri, diantaranya Hj. Su`ad Jauharoh (15 September 1960), Hj. Kausar Asyafi`ah (13 April 1964), KH. Khaidar Muhaiminan (18 Desember 1967), KH. Nauval Muhaiminan (27 Desember 1972), dan KH. Dengan mengikuti jejak Mbah Dalhar Watucongol, KH. Muhaiminan Gunardo juga diangkat
Tak heran jika makam beliau selalu ramai peziarah. Mbah Dalhar dikebumikan di pemakaman Gunungpring, Watucongol, Muntilan, Magelang. Makam beliau termasuk mudah dijangkau. Beliau dikenal sebagai seorang aulia sehingga tak heran makam aulia Gunungpring sering dikunjungi peziarah dari berbagai kota. Akhir pekan lalu kami sekeluarga berziarah ke
Mbah Dalhar wafat pada Rabu, 29 Ramadhan 1378 H atau bertepatan dengan 8 April 1959 M. Beliau kemudian dimakamkan di Kompleks Makam Gunung Pring, Watucongol, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.Semasa hidupnya, telah banyak tokoh-tokoh ulama Jawa terkenal yang sempat berguru kepadanya.
Beranda Tokoh Meneladani Sang Pemilik Ilmu Laduni, Mbah Mad Watucongol Meneladani Sang Pemilik Ilmu Laduni, Mbah Mad Watucongol Pecinta Ulama ID 10/04/2016 06:17:00 PM. Salah seorang putra (alm) KH Ahmad Abdul Haq Dalhar (Mbah Mad), KH Agus Aly Qayshar, menceritakan bahwa salah satu kelebihan Mbah Mad yang dimiliki sejak kecil adalah
kUqw.
putra putri mbah dalhar watucongol